21 Mei 2017

Pemanfaatan Android untuk Meningkatkan Literasi TIK Siswa (Day 5#Eza Avlenda#30 DWC Jilid 6#Squad 2)



Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur. Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016, dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4.382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1.298 SMA/MA, dan 2.100 SMK (Sumber : Kemendikbud, 2017).
Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah/madrasah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah/madrasah) secara off line. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload). Sekolah atau madrasah yang akan menyelenggarakan UNBK harus melakukan berbagai persiapan yakni sarana dan prasarana yang meliputi hardware maupun softwarenya. Sekolah atau madrasah harus menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi minimal yang telah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terdiri atas server dan client. Sementara itu, yang tidak kalah pentingnya sekolah atau madrasah harus menyediakan sumber daya manusia yang beperan dalam pelaksanaan UNBK yaitu proktor dan teknisi.
Selain mempersiapkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung UNBK, sekolah atau madrasah juga harus mempersiapkan kemampuan literasi teknologi siswa yang akan mengikuti UNBK. Hal ini bertujuan agar siswa tidak mengalami kendala pada saat mengikuti UNBK. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2017 ini, menyediakan waktu untuk para siswa mempelajari proses pelaksanaan UNBK melalui kegiatan “Simulasi UNBK” yang diadakan sebanyak dua kali dalam rentang waktu sebelum pelaksanaan UNBK. Pada kegiatan simulasi UNBK ini, siswa diajarkan bagaimana “login” dengan mengisi “user” dan “password” yang telah ditentukan, mengisi “token” sehingga muncul soal, mengerjakan soal hingga selesai dan “logout”. Tentu saja hal ini merupakan pengalaman baru bagi siswa. Setelah mengikuti kegiatan simulasi yang pertama, ada siswa yang langsung paham apa saja tahapan yang akan mereka kerjakan, namun ada juga siswa yang masih harus dibimbing. Hal ini wajar, dikarenakan UNBK baru pertama kali dilaksanakan.
Salah satu alternatif yang dapat penulis tawarkan untuk membantu meningkatkan literasi siswa terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah pembelajaran berbasis android yaitu “GESCHOOL”. Siswa dapat memanfaatkan android dengan mendownload aplikasi geschool di play store. Penulis merupakan salah satu guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bengkulu Utara (MTsN 1 BU). Pada tahun 2017 ini, MTsN 1 BU adalah satu-satunya madrasah tsanawiyah penyelenggara UNBK yang ada di provinsi Bengkulu. Semenjak ditetapkannya MTsN 1 BU sebagai penyelenggara UNBK, penulis memperkenalkan salah satu aplikasi pembelajaran berbasis android kepada siswa, untuk meningkatkan literasi TIK siswa. Sarana yang harus dipersiapkan siswa hanya android dan paket data internet.
Fitur-fitur utama yang terdapat pada aplikasi geschool adalah sebagai berikut :
1.       Gebook, berisi materi belajar online. Fitur ini memberi fasilitas kepada siswa agar dapat  belajar kapanpun dan di manapun. Siswa dapat memilih mata pelajaran dan materi apa yang ingin dipelajari. Siswa dapat memanfaatkan materi belajar online untuk meningkatkan pemahamannya.
2.     Getop, fitur ini berisi latihan online yang tersaji dalam ribuan paket soal, dilengkapi dengan pembahasan yang padat, jelas, dan terperinci agar mudah dipahami siswa. Pada fitur ini, jika siswa mengalami kesulitan untuk memahami soal latihan yang sedang dikerjakan, siswa dapat memanfaatkan menu “bantuan” yang berisi petunjuk soal. Setelah siswa mengerjakan latihan soal, siswa langsung dapat melihat skor yang diperoleh siswa. Latihan soal ini dapat dikerjakan oleh siswa kapan saja.
3.       Getrol,  pada fitur ini, siswa dapat memanfaatkan try-out online real time untuk belajar rutin dan meningkatkan kemampuan siswa. Pada fitur ini, siswa dapat memilih try-out mata pelajaran yang diinginkan, jenjang kelas, selain itu siswa juga dapat menentukan waktunya sendiri sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah atau madrasah. Setelah mengikuti try-out online, siswa langsung dapat melihat skor yang diperolehnya, ranking seluruh peserta dan mempelajari menu pembahasan dari setiap soal yang diujikan. Penelitian menunjukkan bahwa belajar rutin dapat meningkatkan hasil belajar seseorang. Semua aktivitas yang diikuti siswa tersimpan pada laman geschool. Siswa dapat mempelajari ulang latihan soal, soal try-out online yang pernah diikuti. 

Aplikasi geschool juga dapat dimanfaatkan oleh guru dalam proses pembelajaran. Tentu saja guru yang bersangkutan harus menguasai TIK, agar dapat mengembangkan pembelajaran berbasis android. Guru dapat membuat rangkuman materi pelajaran yang diampunya pada menu gebook. Memberi contoh-contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan mata pelajaran tersebut. Guru dapat memilah materi yang akan dibuat menjadi beberapa topik, hal ini bertujuan membantu siswa mempermudah mempelajarinya. Guru juga dapat memberi latihan-latihan soal pada menu getop. Pada akhir pembelajaran, guru biasanya melakukan evaluasi. Soal ulangan harian dapat dibuat pada menu getrol, dan pelaksanaan ulangannya berbasis android. Siswa langsung dapat melihat hasil ulangan harian beserta pembahasannya. Guru tidak perlu meluangkan waktu untuk mengoreksi, karena aplikasi yang melakukannya. Guru dapat mengambil hasil ulangan siswa untuk dianalisis. Selain untuk melaksanakan ulangan harian, guru juga dapat membuat soal-soal try-out online.
Dengan memanfaatkan aplikasi geschool berbasis android pada proses pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan literasi TIK siswa. Pembelajaran akan lebih menyenangkan, dan perlahan siswa akan dapat memanfaatkan android tidak hanya untuk media sosial, tetapi juga media belajar dan ulangan online. Selain daripada itu, penggunaan android dapat mengurangi penggunaan kertas. Hal ini sejalan dengan gerakan “paperless” nasional. Jika guru dan siswa sudah mulai menggunakan aplikasi ini sejak awal, maka siswa tidak akan terkendala dalam mengikuti unbk. Penggunaan android juga dapat menjawab permasalahan try-out berbasis komputer pada sekolah atau madrasah yang memiliki jumlah komputer terbatas.

Tidak ada komentar: