23 Mei 2017

Pelepasan (Day 7#Eza Avlenda#30 DWC Jilid 6#Squad 2)




Bergegas ku tunggangi sepeda motorku menuju ke arah timur. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 09.45 wib. "Ahh...aku hampir telat" Ku pacu semakin kencang. Selang sepuluh menit, tiba saatnya aku memasuki gerbang sekolah SDIT Darul Fikri. Ku ambil posisi parkir agak di tengah. Kedatanganku disambut hangat oleh beberapa ustadzah di depan meja tamu. Aku tertegun sejenak melihat keindahan ini. Seluruh ustadzah mengenakan atasan pink dipadu dengan bawahan berwarna abu-abu. Aku memasuki tenda yang warnanya senada dengan seragam ustadzah. Kursi di bawah tenda ini dibagi menjadi tiga bagian. Barisan kursi sebelah kanan, diisi oleh tamu laki-laki, bagian tengah diisi oleh siswa kelas enam sedangkan sebelah kiri untuk tamu perempuan. Di bagian depan barisan kursi, terdapat tiga meja bundar berbungkus apik kain berwarna putih diselingi pink. Di seberang meja bundar, terdapat panggung berukuran lima belas meter. Kupilih tempat duduk sebelah kiri baris ketiga dari depan, berharap dapat dengan leluasa menikmati acaranya.
Dua orang pembawa acara mengucapkan salam, pertanda acara telah dimulai. Acara dipandu dalam dua bahasa. Aku mencoba hikmad mengikuti acaranya. Setelah pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars jaringan islam terpadu.
Haha... Haha...
Dengan berbekal semangat kami melangkah
Menjalin ukhuwah dengan tekat membaja
Menuju mutu pendidikan Indonesia
Melahirkan generasi cerdas mulia
Kami jaringan Sekolah Islam Terpadu
Sambut masa depan wajah Indonesia baru
Bersama tinggikan martabat dan citra guru
Indonesia pasti maju (pasti maju)
Haha... Haha...
Disinilah tempat kami berkarya
Menggapai harapan meraih cita-cita
Sebagai penggerak dan pemberdaya bangsa
Wujudkan masyarakat adil dan sejahtera
Kami jaringan Sekolah Islam Terpadu
Bangkit serentak menyongsong peradaban baru
Bulatkan tekat dan cita membangun bangsa
Indonesia kan jaya
Haha... Haha...

Kusimak liriknya, begitu bersemangat seluruh siswa kelas enam menyanyikan lagu marsnya. Kutarik napas dalam-dalam, entah kenapa bulir bening ini jatuh di ekor mataku. Kuresapi anak-anak melantunkan liriknya, kutangkap semangat membara mereka pada hari yang sangat bahagia ini. Kuseka bulir bening ini, sambil kutatap wajah anakku dari kejauhan, yang tetap bersemangat menyelesaikan lirik untuk kedua kalinya.
Acara selanjutnya adalah sambutan siswa berprestasi, yang disampaikan oleh satriaji. Panggilan akrabnya Aji. Aku kembali merasakan suasana haru, menyimak apa yang disampaikannya. “Terima kasih kepada semua ustad dan ustadzah yang telah menunjukajari kami selama kami disini. Terima kasih kepada orang tua kami, yang telah mengantarkan kami bersekolah di tempat ini” Aku semakin sering menyambut bulir bening ini. Tak kuasa menahan suasana yang haru biru ini. Tibalah saat mendengarkan pesan ustadz Anjar Parmidi selaku Top Leader di sekolah ini. Kutelusuri setiap untaian kata yang keluar, aku semakin larut dalam haruku. “kalian adalah anak-anak yang luar biasa, anak-anak yang ustad banggakan. Sudah fitrahnya setiap pertemuan ada perpisahan. Ustad berpesan tetaplah bertaqwa kepada Allah Subhana Wata’ala, miliki rasa malu kepada Allah, takutlah berbuat dosa. Jangan sampai kalian tidak ada, pada saat Allah menunggu kalian untuk berbuat baik. Jadilah mercusuar di tempat yang baru. Tetaplah menjaga keimanan”. Kerenungi nasehat ini, kucoba resapi makin dalam.

Tidak ada komentar: