Lucu....anggota DPR ribut-ribut ingin mengajukan dana aspirasi. padahal permasalahan bangsa ini masih banyak yang harus dibenahi. menonton today's dialogue di metro tv, seru...melihat bapak-bapak yang saling mengutarakan pendapat. menurut pak anis matta ide dan mekanismenya ngak connect. memang sebaiknya dana aspirasi yang diajukan tidak disetujui, saya ragu kalau itu dapat berjalan mulus. akan banyak terjadi kebocoran-kebocoran dengan dana tersebut. lebih baik dana yang kalau memang ada, digunakan untuk perbaikan sektor riil, meningkatkan taraf pendidikan anak-anak bangsa ini.
jika bangsa kita sudah memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, maka pola pikir juga akan berubah. mengubah bangsa untuk menjadi lebih baik butuh tenaga, pikiran yang terkonsentrasi penuh dan butuh waktu yang tidak sebentar. untuk itu jkika sumber daya manusia Indonesia sudah baik, maka pemanfaatan sumber daya alam juga akan optimal. tetapi jika kita selalu sibuk dengan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan golongan saja, apalagi hanya mengurusi dapil masing-masing kapan anggota dewan betul-betul memikirkan masalah bangsa secara holistik. bukankah anggota dewan harapan kami untuk.......memperbaiki bangsa ini
9 Juni 2010
13 Mei 2010
Penggunaan Tanaman Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) dan Genjer (Limnocharis flava (L) Buch) dalam Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit
Eza Avlenda
Program Studi Biologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi penurunan nilai biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD) dan total suspended solids (TSS) pada limbah cair pabrik kelapa sawit dengan menggunakan tanaman kangkung dan genjer sebagai agen fitoremediasi, serta bagaimana hubungan kompetisi antara kangkung dan genjer dalam hal ini. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), pola faktorial 4x4 dengan tiga ulangan. Perlakuan menggunakan genjer pada kadar limbah 20% menunjukkan efisiensi penurunan BOD yang paling tinggi, sedangkan efisiensi paling rendah dijumpai pada kontrol tanpa tanaman. Penggunaan genjer pada kadar limbah 20% juga memberikan hasil penurunan COD yang paling baik, sementara kontrol memiliki efisiensi yang paling rendah. Demikian pula, penurunan nilai rata-rata TSS menggunakan genjer memberikan hasil yang paling baik. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan tanaman (p<0,05). Berdasarkan analisis regresi, perlakuan kadar limbah 20% menggunakan genjer membutuhkan waktu paling singkat untuk menurunkan nilai BOD, COD, maupun TSS hingga baku mutu lingkungan (BML), yaitu sembilan hari untuk BOD dan COD, dan lima hari untuk TSS. Sebaliknya, waktu penurunan yang paling lama dijumpai pada perlakuan limbah 80% tanpa tanaman (kontrol), yaitu 22 hari untuk BOD, 31 hari untuk COD, dan 27 hari untuk TSS. Hasil perhitungan RYT (relative yield total) pada perlakuan kombinasi tanaman menunjukkan bahwa pada kadar limbah 40% dan 60%, nilai RYT mendekati satu. Hal ini berarti kedua jenis tanaman menggunakan sumber daya dari limbah secara bersama; sedangkan pada kadar limbah 20% dan 80%, nilai RYT di bawah satu. Hal ini mengindikasikan terjadinya kompetisi yang bersifat antagonis. Hasil perhitungan agresivitas mengindikasikan bahwa genjer lebih kompetitif jika dibandingkan dengan kangkung.
Kata kunci : BOD, COD, Ipomoea aquatica, limbah cair kelapa sawit, Limnocharis flava, relative yield total, TSS.
Program Studi Biologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi penurunan nilai biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD) dan total suspended solids (TSS) pada limbah cair pabrik kelapa sawit dengan menggunakan tanaman kangkung dan genjer sebagai agen fitoremediasi, serta bagaimana hubungan kompetisi antara kangkung dan genjer dalam hal ini. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), pola faktorial 4x4 dengan tiga ulangan. Perlakuan menggunakan genjer pada kadar limbah 20% menunjukkan efisiensi penurunan BOD yang paling tinggi, sedangkan efisiensi paling rendah dijumpai pada kontrol tanpa tanaman. Penggunaan genjer pada kadar limbah 20% juga memberikan hasil penurunan COD yang paling baik, sementara kontrol memiliki efisiensi yang paling rendah. Demikian pula, penurunan nilai rata-rata TSS menggunakan genjer memberikan hasil yang paling baik. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan tanaman (p<0,05). Berdasarkan analisis regresi, perlakuan kadar limbah 20% menggunakan genjer membutuhkan waktu paling singkat untuk menurunkan nilai BOD, COD, maupun TSS hingga baku mutu lingkungan (BML), yaitu sembilan hari untuk BOD dan COD, dan lima hari untuk TSS. Sebaliknya, waktu penurunan yang paling lama dijumpai pada perlakuan limbah 80% tanpa tanaman (kontrol), yaitu 22 hari untuk BOD, 31 hari untuk COD, dan 27 hari untuk TSS. Hasil perhitungan RYT (relative yield total) pada perlakuan kombinasi tanaman menunjukkan bahwa pada kadar limbah 40% dan 60%, nilai RYT mendekati satu. Hal ini berarti kedua jenis tanaman menggunakan sumber daya dari limbah secara bersama; sedangkan pada kadar limbah 20% dan 80%, nilai RYT di bawah satu. Hal ini mengindikasikan terjadinya kompetisi yang bersifat antagonis. Hasil perhitungan agresivitas mengindikasikan bahwa genjer lebih kompetitif jika dibandingkan dengan kangkung.
Kata kunci : BOD, COD, Ipomoea aquatica, limbah cair kelapa sawit, Limnocharis flava, relative yield total, TSS.
27 April 2009
surat mbak
kepada mama tercinta
di bandung
dengan rindu
mama, saat nita menulis surat ini
nita dalam keadaan sehat, ma
mama sehat juga kan
kalau mbak rindu...sekali dengan mama
tapi maaf ma
mbak belum bisa pergi ke bandung
karena mbak belum libur
tapi mudah-mudahan bulan juni mbak ke bandung
tapi mbak mau bilang satu hal
belikan mbak tas yang bagus
baliknya titip sama papa
di bandung
dengan rindu
mama, saat nita menulis surat ini
nita dalam keadaan sehat, ma
mama sehat juga kan
kalau mbak rindu...sekali dengan mama
tapi maaf ma
mbak belum bisa pergi ke bandung
karena mbak belum libur
tapi mudah-mudahan bulan juni mbak ke bandung
tapi mbak mau bilang satu hal
belikan mbak tas yang bagus
baliknya titip sama papa
puisi mbak
aku suka
aku sukaband sepuluh
aku suka
binder
aku suka
cerita mama
aku suka
kado
aku suka mama
aku suka cinta mama
aku suka kasih sayang mama
I love you mama
kasih sayang mama nempel di hati anaknya
dan lembut di hati
I love you mama
dari nita anak mama
puisi mbak
sekolahku
sekolahku adalah istanaku
kelasku adalah rumahku
orang-orang yang tinggal di kelas adalah sahabat atau tetangga
guru adalah ayah dan ibu
teman sebangkuku adalah neng, nada y, dan ana
semuanya tetangga atau sahabat
dan tetangga-tetangga yang disitu
semuanya sopan, ramah, baik hati, rendah hati
aku suka sekolah, kelas, tetangga atau sahabat
dan aku punya semua yang ada padaku
dan sekali lagi aku suka semua orang yang ada di duniaku
18 April 2008
self thinning pada tumbuhan
salah satu materi tentang self thinning pada ekologi memang unik. mungkin selama ini kita ngak begitu tahu apa itu self thinning? tapi di sini kita bisa tahu bahwa tumbuhan punya cara sendiri untuk mempertahankan generasinya yang hidup.
foto-foto my family
Langganan:
Postingan (Atom)



